Thursday, 2 June 2022

Pengalaman Khitan di Rumah Sunat Margonda Depok

Sebenarnya peristiwa ini sudah lama berlalu, yaitu tanggal 23 Desember 2020. Baru sempat saya tulis nih buat kenang-kenangan sekaligus berbagi informasi untuk para orangtua muslim yang ingin mengkhitan putranya. 

Pengalaman sunat


Sama seperti kakaknya, Salim juga sunat di Rumah Sunat Margonda Depok yaitu Rumah Sunar dr. Mahdian. Di sini menggunakan metode klamp sehingga hanya mengeluarkan sedikit darah dan bisa cepat kering karena hanya sedikit terkena air. 

Ketiga anak kami sunatan di Rumah Sunat ini. Pengalaman anak kedua malah belum ditulis. Tapi pengalaman anak pertama bisa dibaca di Khitanan Ismail. Setiap anak ternyata beda pengalaman ya, khitanan Salim ini paling santai dan anaknya pun paling tenang. Padahal, anak bungsu hehe. 


Rumah sunatan


Salim dikhitan saat kelas 2 SD nih. Saya kira bakalan nangis-nangis dan rewel, ternyata malah lebih tenang. Saat dikhitan ini masih pandemi, jadi hanya diantar oleh saya dan ayahnya. Kalau dulu kakaknya kan rombongan dengan kakek nenek juga. Syukur alhamdulillah ternyata anaknya santai saja.

Sekarang ini ada banyak metode sunat, tapi kami lagi-lagi memilih klamp. Kami mendaftar melalui telepon untuk dapat nomor antrian. Kemudian datang pada hari yang sudah dijanjikan. Awalnya saya takut mendampingi, tapi akhirnya masuk juga.

Ada tempat bermain anak selagi menunggu. Interiornya juga berwarna cerah. Kalau dulu kami pesan paket sudah dapat obat-obatan, sekarang tidak. Soalnya pengalaman dulu obat-obatannya tidak banyak terpakai. Jadi kami membeli sendiri saja obat-obatannya yang akan dipakai yaitu obat luka (Betadine), alkohol, dan kain kasa. 


rumah sunat dr mahdian


Kami hanya membeli celana sunatnya saja, yang dipakai selama proses penyembuhan. Beli dua celana untuk ganti-ganti. Celananya itu ada pelindungnya di bagian depan supaya lukanya tidak tergesek-gesek. Selain itu ada klamp juga untuk melindungi bagian yang disunat. 

Anak akan diberikan tablet untuk menonton film kartun selama proses sunatan. Kami memilih hanya bius lokal, di bagian yang akan disunat. Suntik biusnya sempat membuat Salim berteriak sebentar tapi lalu tenang lagi.


pengalaman sunat


Kemudian ditunggu beberapa saat sampai kebas. Setelah terasa kebas, baru deh disunat. Prosesnya cepat dan anak pun nggak merasakan apa-apa. Darah yang keluar hanya sedikit dan langsung ditutup klamp. Terakhir, pakai celana sunat. 

Biayanya antara 1-2 juta. Bisa sekalian dengan paket obat, bisa juga tidak. Kami pilih biaya sunat saja tanpa paket obat. Obatnya beli sendiri di apotek sesuai kebutuhan. Untuk tiga hari pertama ada obat penghilang sakit juga. 

Sakitnya memang baru terasa setelah biusnya hilang, tapi alhamdulillah Salim nggak rewel. Saat disuntik bius pun, masya Allah Salim tidak berteriak yang gimana gitu tapi malah istighfar menyebut nama Allah. Ah, jadi terharu saya. 

Setelah dikhitan, tidak langsung bikin syukuran. Syukurannya di rumah nenek kakek saja supaya tidak repot masak-masak. Berhubung pandemi, ya kami tidak bisa datang. Jadi diwakilkan saja di rumah kakek nenek. Walaupun begitu, Salim tetap mendapatkan amplop khitanan sebagai hiburan karena sudah mau dikhitan. 

Oya, di Rumah Sunat dr. Mahdian Margonda Depok ini juga menerima sunat untuk bayi dan orang dewasa. Bisa juga kalau mau sunat di rumah. 

Tunai sudah tanggung jawab kami mengkhitankan anak-anak laki-laki. Alhamdulillah semuanga sudah dikhitan dengan cepat dan tanpa masalah berarti. Berani mengkhitankan anak adalah salah satu cara untuk mendidik anak agar menjadi pemberani dalam menghadapi tantangan hidup. Sebagaimana dalam tulisan saya berjudul Kasihan atau Memanjakan, khitanan bukanlah untuk menyiksa anak karena itu untuk kebaikan anak. 

Terbukti, anak-anak bisa melewati proses khitanan itu dengan baik. Bersyukur dengan metode klamp ini, tidak terasa sakit saat disunat dan cepat sembuhnya. 

1 comment:

  1. Anakku rencana tahun depan mba, pas 7 THN. Sebenernya udah ditawarin skr, anaknya masih takut 😅. Daripada dia trauma, mending aku ikutin. Yg minta pas 7 THN dia sendiri juga. Jadi aku berharap anaknya bener2 udah siap kalo pas 7 THN nanti :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^