Friday, 8 January 2021

Let's Read, Bantu Kenalkan Bahasa Ibu pada Anak

Sebagai suami istri berbeda suku, saya dan suami kesulitan mengajarkan bahasa daerah masing-masing. Saya berasal dari suku Jawa-Betawi, sedangkan suami dari suku Sunda. Setiap hari kami berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia saja. Bahasa ibu adalah bahasa yang diketahui oleh anak-anak sejak lahir. Dalam hal ini berarti bahasa ibu dari anak-anak saya adalah bahasa Indonesia. 


Membaca Let's Read


Risiko dari pernikahan beda suku dan tinggal di Jabodetabek adalah hilangnya bahasa daerah yang menjadi bahasa ibu dari saya dan suami saya. Anak-anak saya tidak mengerti bahasa Jawa dan Sunda. Kalau diajak ke kampung halaman kami, anak-anak tidak tahu orang-orang di sekitarnya sedang membicarakan apa karena menggunakan bahasa daerah. 

Kami tinggal di Depok, Jawa Barat. Anak-anak mendapatkan pelajaran bahasa Sunda. Mestinya anak-anak saya menguasai bahasa Sunda, karena ayahnya berasal dari suku Sunda. Nyatanya,anak-anak saya juga tidak paham bahasa Sunda. Kalau sedang pulang ke Garut, mereka tidak tahu kakek-neneknya sedang bicara apa. Jika dibiarkan saja, bahasa daerah cepat musnah.

Terbayang tidak sih dengan semakin banyaknya pernikahan beda suku, anak-anak hanya diajak berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia? Saya sendiri adalah hasil dari pernikahan beda suku, yaitu suku Jawa dan Betawi. Ibu saya menggunakan bahasa Jawa hanya untuk berkomunikasi dengan saudara-saudaranya. Saya dan adik-adik saya pun jadi tidak begitu menguasai bahasa Jawa. Nantinya anak-anak kesulitan berkomunikasi dengan keluarga besar karena tidak menguasai bahasa ibu dari ibu dan bapaknya. 

Menurut UU Perlindungan Anak, UU 23/2002 dan UU 35/2014, ada 13 Hak Anak yang dilindungi oleh Undang-undang, salah satunya: Hak untuk Mendapatkan Pendidikan dan Pengajaran. Begitu juga yang tercantum dalam Konvensi Hak-hak Anak PBB 1989 yang disahkan oleh Keputusan Presiden No 36 tahun 1990, ada 10 Hak Anak yang harus dipenuhi oleh orang tua yaitu: Hak untuk Bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan, rekreasi, makanan, jaminan kesehatan, identitas, status kebangsaan, berperan dalam pembangunan, dan kesamaan. 

Mengajarkan bahasa ibu kepada anak-anak adalah salah satu pemenuhan hak anak atas pendidikan dan pengajaran. Selain itu juga dapat melestarikan bahasa daerah, sehingga bahasa daerah tidak musnah.  Ada berbagai cara mengenalkan anak pada bahasa ibu, salah satunya melalui cerita bergambar. Mengapa? Pada anak balita yang belum lancar membaca, cerita bergambar akan membantunya memahami isi cerita melalui gambar-gambar adegan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh di dalam cerita itu.

Yup, cerita bergambar dapat menghidupkan dongeng seolah-olah anak sedang menontonnya di televisi. Anak jadi bisa membayangkan apa yang sedang dilakukan oleh tokoh-tokohnya seperti yang tertulis di dalam teks cerita. Anak juga jadi bisa mengenali ekspresi para tokohnya, seperti ekspresi senang, tertawa, sedih, marah, cemberut, dan lain-lain. 

Cerita bergambar yang dibacakan kepada anak-anak akan merangsang minat baca mereka, menumbuhkan hobi membaca, mengoptimalkan perkembangan otak, membuat mereka lancar berbicara, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan menanamkan budi pekerti melalui cerita-cerita yang disajikan. Salah satu bentuk cerita yang mengandung nilai-nilai kebajikan itu adalah dongeng. 

Di Indonesia ada banyak cerita dongeng yang melegenda. Umumnya disajikan dalam bahasa Indonesia. Untungnya sekarang ada aplikasi Let's Read yang berisi dongeng dan cerita-cerita bergambar dari berbagai daerah dan negara yang memiliki  banyak pilihan bahasa. Ada bahasa nasional dan bahasa daerah. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di playstore. Untuk membacanya juga bisa offline dengan mengunduh ceritanya secara gratis. Iya, benar, semua ceritanya bisa dibaca GRATIS!

Let's Read


Saya memilih bahasa Jawa dan Sunda, kemudian keluarlah pilihan cerita yang menggunakan kedua bahasa itu. 

Pilihan Bahasa


Salah satunya berjudul: Sing Endi Jarite

Sing Endi Jarite?

Saiki wis awan. Ibu durung teka saka pasar. Untunge ana Mbah Putri karo Mbah Kakung ing omah. Bayu ngerewangi Mbah Putri njaga toko batik Ibu ing teras omah. Didit, adhine, mulai rewel ing gengdhongane Mbak Putri.

Cerita Bergambar

Selengkapnya, langsung baca saja di aplikasi Let's Read. Saat membacakan cerita ini ke Salim, saya menggunakan metode membaca nyaring. Manfaatnya dapat meningkatkan daya ingat anak, mengajarkan beragam ekspresi kepada anak, menghibur anak, merangsang imajinasi anak, dan menghangatkan hubungan anak dengan orangtua. Membaca nyaring itu seperti seorang pendongeng yang sedang membacakan cerita dengan ekspresi sebagaimana yang digambarkan oleh tokoh-tokohnya. Anak seperti sedang menonton pertunjukan dongeng. Tentu lebih menarik, bukan?

Saat belajar untuk ujian pun, disarankan membaca nyaring karena bisa lebih cepat diserap oleh otak. Begitu juga kalau kita membaca nyaring untuk anak-anak. Konsentrasi anak pun  langsung terfokus pada cerita yang sedang kita bacakan. Apalagi kalao kita bercerita sambil menampakkan ekspresi para tokoh di dalam cerita itu. Anak-anak bisa belajar mengenali ekspresi yang berbeda-beda. Ini sangat penting, agar anak kelak memiliki empati kepada orang lain. 

Membaca nyaring juga mengeratkan hubungan anak dan orangtua, karena orangtua jadi memiliki waktu mendampingi anak secara khusus meskipun itu hanya 15 menit sehari. Ya, membaca dongeng yang pendek itu tidak perlu waktu lama. Lain halnya kalau anak disuruh membaca sendiri. Meskipun anak-anak sudah bisa membaca sendiri, tetap saja untuk membaca cerita bergambar dalam bahasa daerah itu tidak mudah.


Cerita bergambar Let's Read


Dalam hal mengajarkan bahasa ibu, membaca nyaring juga mengajarkan cara mengucapkan bahasa tersebut yang sering kali tidak sama dengan teks tulisannya. Contohnya, kata "saka" dalam bahasa Jawa dibacanya "soko." Jadi nanti anak-anak tidak salah mengucapkannya. 

Cerita bergambar yang disajikan di dalam aplikasi Let's Read ini sangat beragam dan disesuaikan dengan usia anak-anak sehingga sangat mudah dicerna oleh anak-anak. Dijamin tidak akan kehabisan cerita setiap harinya, karena koleksinya sangat banyak. Anak-anak pun bisa mengenal dan memahami bahasa ibu, serta bisa cepat belajar membaca secara menyenangkan. Saya jadi ketagihan nih membacakan cerita berbahasa Jawa kepada Salim, sekaligus meningkatkan pengetahuan saya juga.

Let's Read membuat membaca menyenangkan untuk anak dan orangtuanya. Yuk, Mom, penuhi hak anak dengan memberikan pendidikan dan pengajaran salah satunya belajar bahasa ibu melalui Let's Read! Yuk, segera unduh aplikasi Let' Read di sini! Ayo membaca bersama Let's Read!

Tonton pengalaman saya membaca cerita bergambar berbahasa Jawa di aplikasi Let's Read di video ini!

3 comments:

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^