Thursday, 21 August 2014

Romantisme Tujuhbelasan di Pantai Kuta-Bali

Selamat datang di Pantai Kuta!

Indonesia adalah negara bahari, karena sebagian besar wilayahnya berupa laut. Di mana ada laut, di situ ada pantai. Pantai Kuta di Bali adalah salah satu pantai paling terkenal, tak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Beruntung kemarin, tanggal 17 Agustus, saya mendapatkan kesempatan menjejakkan kaki di pasir Pantai Kuta yang dijejali ribuan pengunjung dari seluruh dunia. Wow!


Ceritanya, tanggal 16 Agustus jam 5 sore, saya mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, dalam perjalanan liburan bersama anak dan suami. Alhamdulillah, dapat rejeki sehingga bisa liburan ke Bali. Seneng banget, dong, karena nama Bali sudah mendunia. Beruntungnya lagi, saya dapat hotel yang letaknya hanya kurang lebih sepuluh menit dari Pantai Kuta! Gak perlu keluar kocek buat biaya taksi atau ojek, udah bisa jalan kaki ke pantai romantis ini. Kenapa romantis?

Akhirnya kakiku menjejak juga di Pantai Kuta
Nih, simak beberapa lirik lagu dari penyanyi terkenal, tentang Pantai Kuta yang romantis.

Ebiet G. Ade, Nyanyian Rindu
Gemuruh ombak di Pantai Kuta
Sejuk, lembut angin di Bukit Kintamani
Gadis-gadis kecil menjajakan cincin
Tak mampu mengusir kau yang manis

Andre Hehanusa, Kuta Bali
Semua berlalu di balik khayalku
Kenangan yang indah berdua denganmu
Di Kuta Bali kaupeluk erat tubuhku
Di Kuta Bali cinta kita….

Edisi romantis di Pantai Kuta :D

Dan masih banyak lagi penyanyi yang mengabadikan Pantai Kuta ini ke dalam lagu-lagu mereka. Kebetulan sekali karena kemarin saya datang ke Pantai Kuta bersama suami dan salah satu anak, buah cinta kami. Uhuuk! Berasa bulan madu kesekian. Seharian menjelajahi Kuta Square dan Legian, saya baru menginjakkan kaki di Pantai Kuta pada sore hari, alias menyambut sunset! Gimana gak romantis, coba? Sengaja banget kan datangnya pas sunset?

Pantai Kuta di pagi hari
Pagi hari, suami sudah duluan ke Pantai Kuta, katanya ada persiapan tujuhbelasan. Ternyata benar, setelah sore hari saya datang, acara tujuh belasannya masih ada bekas-bekasnya. Bendera merah putih terpancang di beberapa titik. Panitia juga masih woro-woro kepada para peserta yang mau ikut acara. Perhatian saya lebih terfokus ke arah pantai, dengan matahari yang mulai tenggelam. Suami menyisakan foto-foto Pantai Kuta di pagi hari untuk saya publikasikan di blog ini. Pantai Kuta lebih indah di pagi hari, karena relatif sepi pengunjung. Masih banyak yang belum bangun tidur. Asik nih berenang pagi-pagi. Beberapa pengunjung juga berolahraga lari di pinggir pantai.

Tujuhbelasan di Pantai Kuta bakal seru, nih!

Persiapan Tujuhbelasan di Pantai Kuta
Untuk masuk ke Pantai Kuta, sama sekali tidak dipungut bayaran. Saya pikir bakal ada penjaga tiketnya. Enak banget ya yang tinggal di sekitar Pantai Kuta, bisa kapan aja datang tanpa bayar. Kalau saya yang dari Jakarta, harus bayar tiket pesawat dan akomodasi dulu. Untungnya kemarin itu saya dapat tiket dan akomodasi gratis, cuman uang sakunya aja yang bayar. Enggak apa-apa, rasanya puas dan bersyukur sekali bisa mengunjungi salah satu kekayaan alam milik Indonesia ini. Apalagi begitu mengetahui bahwa wisatawan asing sangat terpesona memandangi Pantai Kuta, seperti terhipnotis. Bangga dong, saya menjadi bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki kekayaan alam berupa pantai ini. Dirgahayu Indonesia yang ke-69! Semoga selalu merdeka!

Sisa-sisa kemeriahan 17-an di Pantai Kuta
Di sore hari, suara ombak terkalahkan oleh riuh suara pengunjung. Terlalu banyak turis yang datang, karena kemarin sedang liburan musim panas di Eropa. Jalanan di depan Pantai Kuta pun macet sekali. Sepertinya semua turis yang datang ke Kuta, janjian ke Pantai Kuta. Wajah-wajah asing berseliweran di depan mata. Luar biasa, serasa bukan berada di Indonesia, karena wajah lokal terlihat jarang. Beberapa pasangan entah suami istri atau pasangan kekasih, menggelar tikar dan saling merangkul. Memandang matahari yang tenggelam dalam lautan asmara. Aiih… kok malah muka saya yang merah?

Maunya sih saya romantis-romantisan juga sama suami, tapi perhatian suami lebih banyak tercurahkan kepada buah cinta kami yang sedang aktif-aktifnya berlari. Si kecil antusias sekali melihat pantai, karena baru dua kali kami jalan-jalan ke pantai. Saat suami sedang mengajak si kecil bermain di air, saya asyik mengambil foto-foto di sekitar. Ada pasangan turis bule yang akan berselancar. Pengunjungnya rata-rata berusia muda nih, sepertinya memang sudah direncanakan sejak masih dari daerah mereka, bahwa mereka datang ke Kuta untuk romantis-romantisan, cieeeh….

Suami sibuk gendong si kecil :D
Sepasang bule yang akan berselancar
Pasir Pantai Kuta yang lembut, menenggelamkan kaki saya.  Rasa haus mulai menjalani kerongkongan, setelah seharian menjelajahi Kuta dan Legian, terakhir di Pantai Kuta ini, sepertinya saya butuh minum. Untung sebelum berangkat ke Pantai Kuta, saya selipkan satu kaleng Liang Teh Cap Panda, teh herbal yang juga berkhasiat untuk meredakan sakit tenggorokan. Kondisi cuaca di Pantai Kuta pada sore hari, dengan angin yang kencang dan dingin, bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Makanya saya siapkan Liang Teh Cap Panda. Bukan hanya saya yang minum, suami juga ikut minum. Rasa tehnya adem dan enak di lidah. Bisa kembali mengabadikan Pantai Kuta dalam sketsa, deh.

Untung bawa Liang Teh Cap Panda
Buka dulu kalengnya

Tenggorokan pun segar

Suami juga minum Liang Teh Cap Panda
Liang Teh Cap Panda teman baik di Pantai Kuta
Matahari mulai terbenam, seakan-akan semua mata memandang ke arahnya. Indah sekali, pantas saja khayalan bisa mengembara ke mana-mana. Saya gak mau ketinggalan mengabadikannya. Hingga langit beranjak gelap dan sudah waktunya untuk kembali ke hotel. Eh, si kecil gak mau diajak pulang. Dia masih mau bermain di laut. Suami terpaksa menggendong dan membujuknya. Bendera merah putih masih berkibar saat kami beranjak meninggalkan Pantai Kuta. Masih banyak pengunjung yang berdatangan, sebab pantai ini masih bisa dinikmati meski dalam keadaan gelap dan penerangan pas-pasan. Kalau bukan karena si kecil tak boleh kemalaman di jalan, tentu kami pun masih ingin berlama-lama romantis-romantisan di Pantai Kuta yang legendaris ini.

Menyaksikan matahari yang mulai tenggelam

Indahnya langit di atas Pantai Kuta

Bendera Merah Putih menyambut sunset di Pantai Kuta
Asyiknya jalan-jalan ke Pantai Kuta. Selamat tinggal, Pantai Kuta. Semoga kelak kita bisa berjumpa lagi….




26 comments:

  1. Walau pantai kuta skrg rame bgt ga kaya dulu tapi aku tetep suka pantai kuta mak. ❤️

    ReplyDelete
  2. Seneng ya mak bisa menikmati pemandangan pantai Kuta. Saya jarang banget kesini, jalan menuju tempat ini macet banget, padahal pengen bisa foto2 pas sunset atau sunrise-nya. Sukses deh buat kontesnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mak, mumpung di Bali, puas-puasin deh main di Pantai Kuta :))

      Delete
  3. Elok banget Mak pemandangan sunset di pantai..romantis kesannya gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, apalagi yg datang juga romantis-romantisan :))

      Delete
  4. wah keren lengkap sama propertinya mbak hehe nice jalan-jalan ke Kutanya ^_^

    ReplyDelete
  5. Meriah juga ya 17an di Kuta. Liat foto ini jadi pengen ke kuta lagi. Pengen sama suami juga biar sekalian bulan madu hag..hag..

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Udah pernah ke sana juga ya? Ngangenin emang yaa... :')

      Delete
  7. Asyiknya bisa romantis2an bareng suami di tempat yg romantis pula :)

    ReplyDelete
  8. bali memang kaya dengan wisata pantai......eksotis dan mempesona,,,jadi kangen bali......selamat berlomba ya...semoga menjadi salah satu yang terbaik...keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiin... iya betul, beruntung banget bisa ke Bali. Terimakasih sudah mampi :-)

      Delete
  9. Lagunya Andre Hehanusa Kuta Bali sih tau, Mak.. Kalau lagunya Ebiet G. Ade yang mana ya? hehe.. Saya terakhir ke Kuta tahun 1996, jadi pengen kesana lagi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba cari di Youtube, Mak.. saya juga dapatnya di Youtube :D

      Delete
  10. Mampir ke Pantai di MLG
    sesama blogger mak mampir ke artikel ku http://mlgcoffee.com/2014/08/10/malang-destinasi-pantai-eksotis-yang-perawan/

    ReplyDelete
  11. belum pernah ke bali... seru baca cerita & liat foto2nya :)

    ReplyDelete
  12. Cieeee cieee pacaran lagi niyeeee.... Belum pernah ke pantai Kuta. Yg hadiah ngeblog lalu ke Sanur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eike yang belom pernah ke Sanur, maaak... aih, diciein.. :))

      Delete
  13. iya waktu pertama publish udah baca postingan ini, tp belm sempet komen krna dr hape.. Selamat ya mak, sudah menikmati yang katanya surganya dunia "bali", good luck lombanya :)

    ReplyDelete
  14. salam hangat dari kami ijin informasinya dari kami, pengrajin jaket kulit

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^