Wednesday, 25 November 2020

Bertahan di Tengah Pandemi

Pandemi corona sudah berlangsung hampir setahun. Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tapi juga ekonomi. Pemberlakuan PSBB membuat sektor usaha terpukul. Banyak barang yang iddle atau diam karena masyarakat menyimpan uangnya untuk berjaga-jaga. Masyarakat menahan diri untuk membeli barang-barang mewah seperti smartphone, mobil, dll. 

Bertahan di tengah pandemi


Akibatnya sudah tentu terjadi pemutusan hubungan kerja di mana-mana. Suami saya saja sudah dua kali dimintai informasi lowongan kerja oleh teman-temannya yang baru saja diPHK. Terbayang nggak sih di masa sulit begini, eh kehilangan pekerjaan. Jumlah pengangguran semakin bertambah. Jangankan yang baru diPHK, tenaga kerja baru lulusan sekolah dan perguruan tinggi pun bermunculan. Semua membutuhkan lowongan pekerjaan yang sulit didapatkan di masa pandemi.

Akan tetapi, jangan khawatir karena setiap manusia sudah ditentukan rezekinya selama kita mau berusaha. Jika sulit mendapatkan pekerjaan, maka alangkah baiknya mencoba membuka usaha sendiri. Usaha yang sedang naik daun sekarang ini adalah bisnis makanan dan jasa pengantaran makanan. 

Sehubungan dengan banyaknya orang yang WFH, maka mereka membutuhkan makanan yang diantar ke rumah. Bagaimana mendapatkan modal untuk membuka usaha, sedangkan saat ini ekonomi sedang terpuruk? Sulit mendapatkan pinjaman dari keluarga dan teman dekat karena sama-sama sedang kesulitan keuangan. 

Anda bisa memanfaatkan Aplikasi Tunaiku, salah satu situs pinjaman online pertama di Indonesia yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Berdiri sejak tahun 2014 di bawah naungan Amar Bank, aplikasi Tunaiku menyediakan pinjaman tunai untuk segala kebutuhan dengan jaminan keamanan terhadap nasabah. 

Dua keunggulan aplikasi Tunaiku dibandingkan fintech lainnya adalah: 

Keamanan: Aplikasi Tunaiku sudah didaftarkan dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga nasabah terlindungi dari praktek-praktek Pinjaman Online yang merugikan. 

Fleksibilitas: Terdapat fasilitas tenor yang panjang yaitu maksimum 20 bulan dan limit hingga 20 juta sehingga memberikan kesempatan lebih panjang bagi nasabah untuk melunasi pinjamannya. 

Jumlah pinjaman yang harus dibayarkan juga transparan dan sudah diketahui sejak awal, tidak ada biaya tiba-tiba yang memberatkan sebagaimana kasus-kasus pinjaman online lainnya. Jika pinjaman dilunasi tepat waktu, maka tidak ada biaya pelunasan. Sedangkan jika terlambat, maka akan dikenakan denda keterlambatan Rp 150.000/ bulan. 

Untuk memperoleh pinjaman, cukup dengan KTP dan tanpa agunan. Saat ini sudah lebih dari 4 trilliun dana yang disalurkan dan aplikasi tunaiku telah diunduh oleh lebih dari 4,6 juta pengguna. Bisa diunduh di google play dan apps store. 

Namun, perlu diingat bahwa pinjaman online ini sebaiknya hanya dilakukan ketika sedang terdesak terutama untuk kegiatan produktif seperti membuka usaha, membayar biaya sekolah, bertobat ke dokter, dll. Jangan melakukan pinjaman online jika hanya sekadar untuk berfoya-foya dan memenuhi gaya hidup yang tidak ada habisnya. 

Besaran pinjaman harus disesuaikan dengan kesanggupan membayar agar tidak terkena denda keterlambatan. Bijaklah dalam meminjam agar tidak menambah kesulitan. Kelola pinjaman dengan baik. Dan terutama, pilih penyedia pinjaman online yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, sehingga jika terjadi tindakan yang tidak diinginkan di suatu hari, kita bisa melaporkannya kepada OJK. 

Semoga kita bisa terus bertahan di tengah pandemi ini ya. Tetap jaga kesehatan dan ekonomi keluarga. 




No comments:

Post a comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^