Wednesday, 23 September 2020

Hindari Alzheimer dengan Obati Pikun sejak Dini

Penyakit pikun seolah dianggap biasa ketika seseorang sudah memasuki lanjut usia. Pikun adalah penyakit di mana seseorang mulai kehilangan memori di otaknya sehingga sering lupa pada suatu hal. Ternyata, penyakit pikun bisa diobati lho Mom dan bisa dihambat agar tidak semakin parah. 

Aplikasi  ems


Jika penyakit pikun semakin parah, maka seseorang bisa menderita Demensia Alzheimer yaitu kerusakan otak yang mengakibatkan tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi, penyakit Demensia Alzheimer ini kini tidak lagi hanya diidap oleh orang berusia lanjut tapi juga orang usia produktif. 

Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan ya mom. Bahkan bila Demensia Alzheimer diidap oleh orangtua kita saja, keluarga terdekat pasti akan direpotkan mengurus pasien yang nyaris tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain. Apalagi kalau diidap oleh keluarga dengan usia produktif yang mestinya masih bisa bekerja tapi harus terbaring tak berdaya di tempat tidur karena kerusakan otak. 

Dalam rangka meningkatkan kepedulian kita pada penyakit Demensia Alzheimer, PT Eisai Indonesia dan Perdossi (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia) mengadakan Seminar Kesehatan Festival Digital Bulan Alzheimer Sedunia tanggal 20 September 2020. Acara dibuka dengan perkenalan dari pembawa acara, kemudian sambutan dari dr. Iskandar Linardy, Presiden Director PT Eisai Indonesia. 

Tujuan diadakan seminar ini adalah untuk merayakan 50 tahun PT Eisai Indonesia dan Festival Bulan Alzheimer Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa Demensia Alzheimer menyebabkan pasien tidak dapat mengurus diri sendiri sehingga nantinya akan memberatkan keluarga. Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi gangguan Alzheimer secara tepat. Ternyata jika penyakit ini dapat dideteksi dini sebelum kerusakan otaknya semakin parah, pasien bisa diobati Mom. 

PT Eisai bekerjasama dengan Perdossi mengeluarkan aplikasi yang dapat diunduh sehingga pasien mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter yang merawatnya. PT Eisai Indonesia berkomitmen memberikan edukasi penyakit Alzheimer karena jika dapat dideteksi secara awal, maka akan lebih cepat ditangani. 

Selanjutnya sambutan dari Ketua Umum Pengurus Pusat Perdossi, Dr. dr. Dodik Tugasworo.  Beliau menyebutkan bahwa Demensia Alzheimer adalah penyakit yang menyebabkan penurunan fungsi otak secara signifikan. Saat ini, usia produktif pun dapat mengalami Demensia Alzheimer. 

Penyakit ini memberikan dampak fisik, mental dan beban ekonomi  bagi penderita, keluarga, dan lingkungan sekitar. Estimasi jumlah penderitanya pada tahun 2013 mencapai 1 juta orang. Diperkirakan meningkat drastis dua kali lipat pada tahun 2030 dan menjadi 4 juta orang pada 2050. urangnya kesadaran dari pemahaman tentang Demensia Alzheimer akan mengakibatkan stigmasisasi dan hambatan dalam diagnosis dan perawatan. Edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan sangat penting dilakukan secara komprehesif oleh berbagai pihak. Perdossi sangat mengapresiasi kampanye obati pikun ini. Diperkenalkan 3eMS sebagai metode deteksi dini Demensia Alzheimer.

Kemudian, dr. Pukovisa Prawirohardjo menjelaskan tentang aplikasi e-MS yang baru diluncurkan ini. Dengan kemajuan teknologi dan masyarakat sudah akrab dengan gadget, maka perlu edukasi dini dari pikun dengan berbasis aplikasi gadget dan direktori rujukan terpercaya. Anak muda masih menganggap sepele penyakit pikun, karena mengira hanya orangtua yang bisa terkena. 

Aplikasi ems


Fitur-fitur e-MS (e-Memory Screening), aplikasi untuk menanggulangi demensia Alzheimer.

  1. Tes skrining pikun yang tepercaya
  2. Edukasi informasi tepercaya
  3. Direktori rujukan ahli

Aplikasi ini menggunakan ADB-INA, direktori doktor spesialis. Untuk 3 fitur utama ada artikel demensia, ADB-INA Skrining, dan daftar rumah sakit dan spesialis neurologis.

Untuk mengunduh aplikasinya, langsung saja ke Playstore atau Appstore dengan keyword: EMS- Sahabat Kesehatan Otak Keluarga. Aplikasi ini dapat mendeteksi pikun sejak dini, sehingga bisa segera diobati agar tidak menjadi Demensia Alzheimer. 

Paparan selanjutnya disampaikan oleh dr. Siti Khalimah, Sp. KJ, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Penderita Alzheimer di tahun 2019 sudah mencapai 1,2 juta jiwa. Seiring dengan peningkatan pembangunan, maka tingkat harapan hidup pun meningkat. Masyarakat dapat mencapai umur yang panjang, sehingga diperlukan peningkatan kualitas hidup para lansia agar tetap beraktivitas di masa tua. Peringatan hari Alzheimer setiap tanggal 21 September kembali meningkatkan kesadaran untuk melindungi para lansia. Kementerian Kesehatan mencanangkan bahwa lansia harus aktif, produktif, dan mandiri.

Setiap orang pasti akan mengalami masa tua. Di sekitar kita juga banyak orangtua. Itulah mengapa penting sekali memperkenalkan aplikasi e-MS kepada orang-orang di sekitar kita. 

Aplikasi e-Memori Screening adalah sahabat kesehatan otak keluarga. Aplikasi yang sangat mudah diakses di google playstor dan app store. Semoga dengan adanya Festival bulan Alzheimer sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengobati pikun agar kerusakan otak akibat demensia alzheimer dapat diperlambat.


No comments:

Post a comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^