Wednesday, 14 August 2019

Menikmati Keindahan Alam di Dusun Bambu Bandung

Sewaktu masih lajang, saya bercita-cita dapat jodoh orang Bandung atau suku Sunda. Lho, kenapa? Eit, ini bukan rasis ya. Di keluarga saya sendiri tidak ada darah Sunda. Akan tetapi, saya sekolah SMP-SMA di wilayah Tangerang Selatan yang berbatasan dengan Jawa Barat. Jadi, potensi untuk jatuh cinta pada jejaka Jawa Barat itu cukup besar dan memang cowok pertama yang saya taksir saat SMP itu orang Sunda. 
Cowok Sunda ganteng di Dusun Bambu

Menurut pendapat saya sih ya, cowok Sunda itu ganteng-ganteng dan tutur katanya halus. Sebenarnya ini relatif. Ada juga sih yang bahasanya kasar, tapi cowok yang saya taksir itu kebetulan memenuhi kedua hal tersebut di atas hehe.... Nah, terbawalah sampai dewasa sebuah harapan dan cita-cita berjodoh dengan orang Sunda. Alkisah, harapan saya itu dikabulkan oleh Allah sehingga saya berjodoh dengan orang Garut di Bandung.

Lho? Yup, suami saya orang Garut tapi ketemu di Bandung. Bandung pun menjadi tempat legendaris buat kami. Suami saya kuliah di ITB dan beberapa waktu lalu dia mengajak kami sekeluarga untuk menghadiri alumni angkatannya. Yah, saya sih mau-mau saja sekalian liburan. Sebenarnya orangtua suami saya punya rumah kos di Bandung, tapi kami memutuskan untuk memesan hotel murah di Bandung karena rumah kos itu ditempati oleh para mahasiswa. 

Lagipula, ini kan sekalian liburan. Enakan menginap di hotel juga sih, apalagi hotel bintang 5 di Bandung. Mumpung ada anggaran untuk liburan juga. Suami memesan kamar yang besar, di dalamnya ada dua kamar lagi. Soalnya kami janjian dengan kakek neneknya anak-anak dari Garut. Kami bertemu di Bandung, lalu menginap di kamar yang sama. Kamar itu memang besar dan untuk keluarga. 

Santai dulu di dalam hotel

Sampai di Bandung sekitar jam 11 pagi, suami langsung ke aula pertemuan reuni sedangkan saya, anak-anak, serta kakek-neneknya menunggu sambil bermain di Taman Ganesha Bandung. Tamannya luas sekali dan memiliki pepohonan yang rimbun sehingga tidak terasa panas. Di luar taman juga ada beberapa ekor kuda yang disewakan untuk ditunggangi anak-anak. 

Kuda di depan Taman Ganesha


Acara reuni suami tidak begitu lama kok, kami kembali ke hotel untuk menginap semalam lagi. Esok paginya, kami berdiskusi mau berwisata ke mana setelah meninggalkan hotel? Masih ada waktu seharian sebelum mengantar kakek-nenek ke Garut. Setelah berdiskusi, akhirnya kami memutuskan untuk ke tempat wisata Dusun Bambu yang ada di Lembang, Bandung.

Di depan pintu masuk Dusun Bambu
Selfie di depan bambu kering tetap kece yaah

Perjalanannya memakan waktu sekitar satu jam. Sampai di sana, kami membeli tiket untuk 7 orang. Harga tiketnya per orang kalau tidak salah sekitar Rp 25.000 dan mendapatkan air mineral atau bibit tanaman. Kami dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam. Jadi, di Dusun Bambu ini tidak bisa piknik. Kita harus makan di kedai-kedai makanan yang ada di dalam Dusun Bambu. Ya, ini kebijakan yang bagus sih karena bisa meminimalisir sampah. Kalau nekat membawa makanan dan minuman dari luar, akan membayar biaya denda dan pelayanan sebesar Rp 250 ribu. 

Denda bawa makanan dan minuman.
Antri masuk ke Dusun Bambu

Terbayang kan kalau pengunjung diperbolehkan membawa makanan dan minuman, mereka pasti akan membawa banyak makanan seperti mau piknik. Lalu sampahnya dibuang sembarangan. Seperti yang saya lihat di banyak tempat wisata. Antrian untuk masuknya cukup panjang tapi tidak melelahkan karena lancar. Suasana di dalamnya juga terlihat bersih, pastinya karena dilarang membawa makanan itu jadi tidak sampah yang mengganggu pemandangan.

Dusun Bambu, Bandung

Seperti namanya, Dusun Bambu, pepohonan bambu di dalamnya ini sangat banyak. Ada mobil yang membawa kami berkeliling tapi antriannya lumayan lama. Kami tidak mau mengantri, jadi memutuskan untuk menikmati pemandangan dengan berjalan kaki. Alhamdulillah, senang banget deh berjalan kaki juga sehat karena pemandangan suasana pedesaan sekali. Walaupun panas, rasanya tidak terlalu panas ya. Banyak pepohonan rimbun. Bahkan ada sungai dengan bebatuannya yang jadi obyek foto-foto dong.

Foto di sungai

Di beberapa tempat ada penjual es lilin yang diproduksi sendiri, katanya. Harganya @Rp 10.000. Lumayanlah ya, bisa menghilangkan sedikit haus karena mengelilingi Dusun Bambu. Di tempat ini, ada banyak wahana permainan yang edukatif tapi harus membayar lagi. Ya, memang sih, tiket masuknya kan tidak terlalu mahal ya. Jadi, untuk menikmati wahananya, harus membayar lagi. Beberapa di antaranya adalah: Kampung Ulin, Petik Strawberry, Memanah, dan Melukis.

Kerajinan dari Bambu

Menuju tempat Petik Strawberry
Banyak juga kerajinan dari bambu yang dipajang, tapi tidak boleh dibawa pulang lho ya. Kebayang kan kalau kita pakai bahan-bahan dari alam seperti bambu dan tanah liat untuk peralatan rumah tangga, jadi lebih ramah lingkungan. Perjalanannya ternyata menanjak, jadi cukup ngos-ngosan juga deh. Kami beristirahat di lapangan berumput hijau yang gratis. Mungkin satu-satunya wahana yang gratis. Tempat anak-anak berlarian dengan bebas. 

Perjalanan menuju Ular Raksasa
Katanya, di ujung perjalanan itu ada Ular Raksasa. Berhubung kami tak sanggup melanjutkan perjalanan sampai ke atas, jadi tidak sempat melihat ular raksasa. Setelah cukup beristirahat di lapangan berumput, kami pun turun ke bawah lagi dan melanjutkan perjalanan dengan naik mobil. Di tengah danau ada pertunjukan angklung yang kami dengarkan sejenak sebelum naik mobil. Kemudian, kami juga bertemu dengan rombongan pemusik khas Sunda dan Salim ikut menari-nari. 

Nah, itulah rekreasi murah-meriah kami di Dusun Bambu. Semoga lain hari kami diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke Bandung lagi. Tenang saja, kalau urusan akomodasi sih kami sudah pengalaman mencari hotel di Bandung menggunakan Pegipegi.  Tarifnya terjangkau sekali untuk hotel bintang 5 saja hanya Rp 600 ribuan per malam melalui Pegipegi. Liburannya jadi benar-benar terasa liburan tanpa menguras kantong dalam-dalam deh. Aah... beneran deh saya jadi mau liburan lagi ke Bandung.






21 comments:

  1. aq setahun lalu main ke dusun bambu sama keluarga dan temen-temen kantor. tapi cuma makan siang dan menikmati hiburannya aja, gak nginep di hotelnya juga mbak. seneng banget anaku disini karena ada banyak pilihan mainan untuk anak-anak.

    pegi-pegi emang paling terpercaya yah mbak untuk pilihan hotel murah, aq pun beberapa kali liburan selalu mengandalkan untuk pakai pegi-pegi.

    ReplyDelete
  2. saya sudah 2x ke dusun bambu mbak dan emang asri sih, enak buat liburan menjauhi kota yang penat dan sumpek

    ReplyDelete
  3. Luar biasa ya ini Dusun Bambu. Sampai sekarang masih antre aja. Padahal tempat wisata lain di sekitaran sana juga banyak.

    ReplyDelete
  4. meski ke Bandung cukup sering tapi kubelum pernah ke Dusun Bambu... sad ya, padahal banyak sekali tempat wisata seru yang bisa dinikmati

    ReplyDelete
  5. wah catat ini rekomendasi banget

    ReplyDelete
  6. Langganan Ku kalau pulang kampung ke bandung hahaha . tempat nya enak banget Dan nyaman banget kalau kesana . cuman sekarang kalau weekend lumayan rame banget tempat nya .

    Wah enak Iyaaa Ada aplikasi pegi pegi mau nyari hotel lebih gampang lagi , sekarang juga diskon nya lumayan pegi pegi

    ReplyDelete
  7. aku jarang ke bandung sih tahun ini. tapi tahun lalu ke bandung tuh udah kayak nyuci baju, tiap minggu! hahaha.

    ReplyDelete
  8. Belum pernah ke bandung nih. Kayaknya seru ya jalan2 ke dusun bambu nya. Wah dendanya lmyn jg yah klo bawa makan ato minum dr luar.

    ReplyDelete
  9. dusun bambu favorit aku banget sih, udah berapa kali ya kesana, lupa haha. tempatnya nyaman dan luas, sayangnya aja kalo weekend rame banget! paling suka liat tempat main kelinci, lucu gitu rumah kecil2 hihi

    ReplyDelete
  10. Uda lama gak ke Dusun Bambu.
    Emm, unik juga berlibur layaknya pulang kampung yaa, kak.
    Suasana pedesaan yang asri...waah, mashaAllah~

    ReplyDelete
  11. Asri dan seger banget yaaaa suasana di Dusun Bambu ini, mbak. Jadi pengen ke sana deh buat liburan. ❤

    ReplyDelete
  12. Kemarin banget aku ke sini juga mba, memang suasananya asri dan tenang gitu ya mba, next kalo ke Bandung pengen main lagi kesini

    ReplyDelete
  13. Kyknya lokasinya masih asri. Ular raksasa itu ular beneran?Tapi ditaruh kandang kan?
    Sayangnya gak boleh bawa bekel sendiri ya...Kalau tarif makanan di lokasi murce atau gmn? haha
    AKu suka bingung kalau bawa anak dan gak bisa bawa bekel sendiri, soalnya khawatir picky gtu.
    Pegi2 lagi ada promo gak ya? Mau cek2 ah :D

    ReplyDelete
  14. ak jg suka banget kalo k daerah Lembang, dan aku malah blm pernah ngunjungi dusun bambu ini nih. Karena ga sempet terus, lain waktu mau k dusun bambu ah

    ReplyDelete
  15. Pingin banget ke bandung... Duh, kapan ya aku punya kesempatan kesana.

    ReplyDelete
  16. Aku bulan depan sepertinya mau ke Bandung, wah boleh juga nih main ke Dusun Bambu. Semoga waktunya keburu biar gak penasaran lagi deh.

    ReplyDelete
  17. whaaaa asik banget niih, aku ke dusun bambu tu dulu banget pas awal awal buka, jdi pengen main ke sana lagi deh

    ReplyDelete
  18. Ayahnya pengin ajak ke sini nih gara gara lihat youtube dusun bambu. Asyiik tempatnya.

    ReplyDelete
  19. Salah satu destinasi yang belum kesampaian kukunjungi sampai sekarang itu Bandung. Pengen banget bisa kesana. Seru bawa anak anak ke Dusun Bambu, suasana pedesaan asri.

    ReplyDelete
  20. Dusun Bambu ya mba..aku belum pernah ke sini nih, walaupun sering bolak - balik ke Bandung.

    ReplyDelete
  21. Masya Allah tabarakallah indahnya mbak, semoga nanti juga bisa menikmati keindahan alam Dusun Bambu ini

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^