Sunday, 31 May 2015

[IHB Blog Post Challenge] Menyimpan Kenangan



Ngeblog untuk menyimpan kenangan tentang anak-anak saya :-)


“Kak, ini baca nih, ini waktu Kakak gambar komik!” seru Sidiq, 18 tahun.
“Ini waktu Dede gambar jambu. Gayanya sok beneer!” serang Ismail, 19 tahun.
“Yang ini aku waktu baca buku,” kata Salim, 15 tahun.

Friday, 29 May 2015

CP Prima dan Upaya Memajukan Perikanan Budidaya Indonesia



Ikan, udang, dan makanan laut lainnya kaya akan vitamin, mineral, protein, asam lemak omega 3, dan nutrisi lain yang penting untuk kesehatan tubuh dan otak. Orang zaman dulu sering mengatakan, “Kalau mau pintar, makan ikan yang banyak.” Itu memang benar, karena asam lemak omega 3 di dalam kandungan ikan dan udang bermanfaat untuk perkembangan otak anak. Pada orang dewasa, suplemen minyak ikan dapat meningkatkan memori dan konsentrasi agar tidak mudah lupa dan pikun. Para bidan dan dokter sering menganjurkan ibu-ibu hamil agar mengonsumsi suplemen minyak ikan dan rajin makan ikan untuk perkembangan otak janin yang dikandungnya. 

Gaya Sidiq Saat Menggambar

Beberapa waktu lalu, saya panen buah jambu merah dari depan rumah. Cuma tiga buah sih, tapi lumayan banget. Buahnya cakep-cakep dan menggiurkan. Baru juga dibelah, eh Sidiq sudah menyerobot.

Thursday, 28 May 2015

Cara Salim Baca Buku dan Menempelkan Stiker

Anak-anak suka banget beli buku aktivitas yang isinya menempel-nempelkan stiker. Jadi, bukunya berupa buku cerita, tapi ada beberapa cerita yang harus ditempeli stiker. Harganya memang lumayan mahal, jadi saya sering beli yang diskonan di toko buku Gramedia Depok, dekat tempat parkirannya. 

Komik ala Ismail

Foto dulu komiknya :D
Ismail sudah bisa bikin komik. Saya memang sering membelikan buku-buku cerita bergambar untuk anak-anak, mungkin Ismail mencontoh dari buku-buku itu. Saya jadi ingat, dulu waktu kelas 1 SD, saya juga suka menggambar komik hehe.... Entah ini bawaan ibunya atau memang terstimulasi dengan sendirinya dari  buku-buku cerita bergambar yang saya berikan?

Wednesday, 27 May 2015

Belajar Parenting bersama AishaParenting.com



Anak-anak adalah rezeki sekaligus ujian bagi kedua orangtuanya. Saya tidak mengira, menjadi orangtua (terlebih lagi IBU), begitu susahnya. Setiap hari ada saja ujiannya. Dari mulai anak-anak masih bayi sampai sebesar sekarang, bukannya makin mudah malah makin susah. Mungkin kalau bisa dihitung berapa banyak kesalahan saya selama menjadi orangtua, jawabnya bukan lagi ratusan tapi jutaan! Kadang-kadang saya ingin waktu diputar kembali, agar dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan selama mengasuh anak-anak. Tentu saja itu tidak mungkin. Semoga saja kesalahan-kesalahan saya dapat dimaafkan, terutama oleh anak-anak.

Friday, 22 May 2015

Pemenang Giveaway Abon Jambrong

Assalamu'alaikum,

Pagi-pagi udah kasih pengumuman pemenang giveaway Abon Jambrong nih. Terima kasih buat para peserta yang sudah ikutan GA sederhana ini. Jawabannya bagus-bagus, tapi sayang hadiahnya cuma lima. Berikut adalah lima pemenang yang mendapatkan dua pack Abon Jambrong:

Monday, 18 May 2015

Bolu Kaya Cinta untuk Mereka yang Tercinta di World Baking Day

Bolu Kaya Cinta
Kemarin, 17 Mei 2015 diperingati sebagai World Baking Day, atau hari memanggang kue sedunia untuk orang-orang tercinta. Sebenarnya saya mau memanggang kuenya kemarin, tapi masih ada puding di kulkas. Hari ini, baru deh saya wujudkan keinginan memanggang kue. Apalagi si Kakak Ismail liburan seminggu, saya ingin memasakkan sesuatu yang akan membuat anak-anak suka. Di rumah seharian, tentu bikin mereka bosan kalau nggak ada cemilan yang enak.

Saturday, 16 May 2015

Promo Menarik di Blibli.com Bikin Belanja Online Makin Kencang



Belanja online sudah menjadi tren masyarakat perkotaan dan pedesaan, selama dapat menjangkau sinyal internet. Banyak keuntungannya belanja online, salah satunya efektivitas dan efisiensi waktu. Pepatah Barat mengatakan, “waktu adalah uang.” Artinya, setiap detik waktu yang berlalu dengan kesia-siaan, sama saja dengan kehilangan uang yang mungkin dapat kita peroleh. Sedangkan, pepatah Arab mengatakan, “waktu adalah pedang.” Maksudnya, waktu yang terbuang percuma ibarat pedang yang siap membunuh kita. Jadi, dengan alasan hemat waktu, banyak orang beralih berbelanja secara online daripada memutari mall, pasar swalayan, dan pasar-pasar fisik lainnya. 

Thursday, 14 May 2015

Giveaway Abon Jambrong

Sarapan itu penting banget kan ya untuk pasokan energi sebelum beraktivitas. Menu-menu sarapan itu biasanya sedehana, karena waktu penyajiannya harus cepat berhubung kita akan segera memulai aktivitas. Suami dan anak-anak berangkat ke kantor dan sekolah jam 6 pagi, so pasti saya harus buru-buru nyiapin sarapan. Kadang masak sendiri, kadang beli. Kalau beli, di sekitar rumah ada penjual bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur, dan nasi kuning. Kalau bikin sendiri ya paling-paling spaghetti (instan) dan nasi goreng. Sarapan roti sih buat kami nggak bikin kenyang, hehehe....

Wednesday, 13 May 2015

Sarapan Tak Biasa dengan Abon Jambrong UNIA

Nasi goreng ala saya
"Kalau pulang ke Jakarta, nanti bawa oleh-oleh ya...." begitu selalu pesan teman-teman kuliah, setiap saya mau pulang ke Jakarta. Dulu saya kuliah di Semarang. Ditanya begitu, jelas aja saya bingung. Oleh-oleh dari Jakarta, apaan ya? Nggak ada yang bisa dibawa, euy, lah Jakarta itu kan oleh-olehnya nyomot semua dari daerah, wkwkw.... Gado-gado, Ketoprak, Lontong Sayur, Ketan, ya masa itu dibawa ke Semarang, udah basi duluan di jalan. Coba udah ada Abon Jambrong UNIA, pasti saya bawa deh ke Semarang.

Gutacci dan Xio-Xio, Rahasia Hidup Sehat


"Mah, kok sekarang wajahnya putih-an? Pakai apa?" tanya suami, beberapa waktu lalu.

"Wah, pakai apa ya? Masa sih sekarang putih-an? Nggak  pakai apa-apa," sambil tersipu-sipu, saya berpikir perubahan apa yang sudah saya lakukan sampai-sampai suami memuji? Buat saya, itu pujian, karena sejak menjadi ibu rumah tangga, saya jadi malas dandan dan pakai pelembab. Wajah jadi kusam. Dan memang, saya masih malas dandan. Jadi, bingung kenapa wajah saya putih-an? Maksudnya, lebih cerah kali yaa.... 

Saturday, 9 May 2015

#CurhatanRasa Seorang Ibu tentang si Bolu Pisang Koepoe-koepoe



Produk Koepoe-koepoe di rumahkoe

Dear, Koepoe-koepoe
Akhir-akhir ini anak-anak saya sedang susah makan. Berturut-turut mereka terkena penyakit gangguan pencernaan. Si sulung terkena diare, entah salah makan apa. Kalau makanan di rumah, insya Allah sudah higienis. Barangkali karena jajan makanan di luar. Si tengah juga menyusul kakaknya, muntah-muntah dan nggak mau makan. Mudah-mudahan si bungsu nggak ikut-ikutan. Kalau sudah kena juga, pusing deh kepala mamanya. Untuk mengobati diare si sulung, suami saya membawa ke dokter dan membelikan dua sisir pisang raja sereh. Konon, bisa memampatkan diare. Alhamdulillah, sekarang si sulung sudah baikan. Sayangnya, masih ada sisa pisang raja sereh itu yang cukup banyak dan sudah mulai menghitam. Pisang raja sereh itu agak kesat di lidah, jadi kurang enak dimakan langsung. 

Martabak Telur Instan

Martabak Telur Instan

Mau makan martabak telur siang-siang, tapi tukang martabaknya belum jualan. Kenapa nggak bikin sendiri aja? Ah, rempooong.... Siapa bilang? Beberapa waktu lalu, pas lagi belanja sayur, ada ibu-ibu yang beli kulit pangsit dan daun bawang, katanya mau bikin martabak telur. Langsung deh tanya-tanya gimana caranya bikinnya, ternyata gampang banget. Instan, siapa aja bisa bikinnya deh. Dijamin! :D Bahan-bahannya juga murah.

Friday, 8 May 2015

Wisata Edukasi ke Taman Satwa Cikembulan Garut

Selamat datang!
Di Garut ada kebun binatang?! Ada, doong... Sudah dua kali kami sekeluarga mengunjungi Taman Satwa Cikembulan di Kadungora, Garut. Memang, tempatnya nggak seluas Kebun Binatang Ragunan Jakarta, tapi lumayanlah untuk ajak anak-anak berwisata edukasi, mengenal berbagai jenis binatang dari dekat. Dari Jakarta, perjalanan ke tempat ini memakan waktu kurang lebih lima jam (kalau nggak macet). Kami jalan-jalan ke sini sambil sekalian pulang kampung. Kalau dari rumah nenek di Garut, ke sini cuman satu jam. Deket banget, kan?

Thursday, 7 May 2015

Liburan Keluarga Impian: Menembus Awan



“Ma, kapan kita jalan-jalan naik pesawat?” tanya Sidiq, anak kedua saya. Pertanyaan yang sudah diulang-ulang, entah berapa kali. Sidiq memang ingin sekali berlibur ke pantai naik pesawat. Tahun lalu, saya, ayahnya, dan adiknya liburan ke Bali gratis, hasil dari menang lomba blog. Dua anak yang lain, Ismail dan Sidiq, terpaksa dititipkan di rumah kakeknya. Kalau mereka diajak, minimal kami harus menyediakan dana tambahan Rp 3 juta karena tiket untuk keduanya sama dengan tiket untuk orang dewasa. Berhubung kami belum ada dana, mereka harus ditinggal. Nah, gara-gara melihat foto jalan-jalan ke Pantai Kuta naik pesawat itulah, keduanya terus merongrong minta liburan ke pantai naik pesawat. 

Wednesday, 6 May 2015

Asyiknya Bekerja dari Rumah sambil Mengasuh Anak-anak



Bekerja dari rumah

“Maa… mbo (mobil)… mboo (mobil)….”